Laboratorium Ultrasonik dan Pencitraan

11054615_707423146022104_1375775108_oKelelawar dan lumba-lumba mampu berkomunikasi satu sama lain dengan suara berfrekuensi yang sangat tinggi, lebih dari 20.000 Hz, atau biasa disebut ultrasonik. Lantas, apakah karena di luar kemampuan pendengaran manusia, ultrasonik tidak dapat dimanfaatkan manusia? Tentu saja tidak. Adanya ultrasonik merupakan salah satu ujung tombak dari kemajuan teknologi saat ini. Laboratorium Ultrasonik yang berfokus pada measurement dan Non Destructive Test/Non Destructive Evaluation (NDT/NDE) pertama kali didirikan pada Program Studi Teknik Fisika ITB oleh Prof. Amoranto Trisnobudi tahun 1983. Sementara itu pada 1996 Prof. Deddy Kurniadi membawa Tomographic Imaging Technique yang kemudian mengepalai Laboratorium Pencitraan dan Pengukuran. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2012 terjadilah penggabungan kedua keilmuan tersebut sehingga menjadi Laboratorium Ultrasonik dan Pencitraan yang dikepalai oleh Prof. Deddy Kurniadi, Dr. Eng.

Measurement, seperti pengukuran aliran fluida adalah salah satu fokus dari laboratorium ini. Ultrasonic flowmeter adalah perangkat pengukur aliran fluida (gas atau liquid) yang menggunakan gelombang akustik (ultrasonik) sebagai iluminator. Pengukuran variabel gelombang ultrasonik seperti waktu tempuh, pergeseran frekuensi atau amplituda dan fasa dapat menunjukkan laju aliran fluida. Prinsip pengukuran ini adalah ultrasonic transducer mengubah energi listrik (echo) menjadi energi akustik (pulse) yang kemudian dipancarkan oleh transmitter. Di sisi lainnya receiver siap menerima sinyal yang kemudian diubah kembali dalam bentuk energi listrik oleh ultrasonic transducer sehingga waktu tempuh gelombang ultrasonik dapat diketahui. Dengan demikian kecepatan fluida dapat diketahui.

1

Jika kita membayangkan hasil pengukuran hanya berupa angka, hal ini tidak berlaku pada Ultrasonic Tomography. Aliran fluida multifasa, seperti aliran minyak dan air yang tergabung dalam satu pipa, dapat terlihat secara 2 dimensi atau menampilkan pengukuran dalam bentuk gambar.

Screen shot 2015-04-22 at 11.03.35 AM

Screen shot 2015-04-22 at 11.04.17 AM

Pengukuran ketinggan fluida (level measurement) juga dapat memanfaatkan ultrasonik. Prinsip kerjanya tidak jauh berbeda dengan pengukuran aliran fluida, gelombang ultrasonik dipancarkan pada fluida yang hendak diukur, kemudian gelombang tersebut dipantukan lagi oleh bidang batas atau permukaan fluida dan diterima pada receiver. Dengan begitu ketinggian fluida dapat diketahui dari waktu sejak gelombang ultrasonik dipancarkan dan diterima kembali akibat pemantulan.

3

Non Destructive Test/Non Destructive Evaluation (NDE/NDT) juga merupakan fokus dari Laboratorium Ultrasonik dan Pencitraan. Untuk mengetahui gambaran di dalam sebuah benda padat, kita tidak harus melakukan pembelahan (merusak) pada benda tersebut. Seperti namanya, non destructive yang berarti tidak merusak, NDT/NDE dapat mengetahui penampang di dalam sebuah material padat hanya dengan memanfaatkan pemancaran dan pemantulan gelombang ultrasonik. Contoh dari aplikasi ini adalah dalam mengetahui keretakan dalam sebuah dinding atau pilar.

Screen shot 2015-04-22 at 11.08.37 AM

Mungkin kita tidak asing dengan alat yang dapat melihat isi rahim wanita atau biasa disebut Ultrasonography (USG). Alat ini juga merupakan aplikasi dari NDE/NDT. Bahkan hasil NDE/NDT tidak hanya sebatas berupa angka, tetapi juga berupa pencitraan (imaging) dari isi rahim tersebut sehingga kita tetap dapat mengetahui keaadaan calon bayi tanpa melakukan pembedahan pada tubuh sang ibu.

Screen shot 2015-04-22 at 11.08.45 AM