Posted November 27, 2015 by in Kemahasiswaan

Burung Jawa, Inspirasi Pesawat Masa Depan

Pada bulan September 2015 lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam hal ini Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda melalui Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda mengadakan Kegiatan Inovasi IPTEK Pemuda Nasional. Kegiatan tersebut bertujuan untuk Memunculkan dan mengembangkan potensi dan kreativitas pemuda Indonesia dibidang IPTEK, menyediakan dan memberikan apresiasi positif bagi pemuda Indonesia yang memiliki pencapaian dalam bidang IPTEK. Matsani, mahasiswa Teknik Fisika ITB angkatan 2011 ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut.

 

Gambar 1. Model Rancangan Pesawat Amphibi

Gambar 1. Model Rancangan Pesawat Amphibi

Dalam ajang tersebut, ia membuat konstruksi pesawat amphibi skala drone atau pesawat tanpa awak. Ia mengatakan bahwa fokus pembuatan pesawat tersebut terletak pada pengembangan desain bentuk yang terinspirasi dari burung elang laut Jawa. Awalnya ia membuat rasio dari layout atau morfometri burung elang, kemudian dimasukkan ke persamaan khusus. Setelah mendapatkan persamaan tersebut, Matsani mengkonstruksikannya dalam bentuk 3D di Catia kemudian melakukan simulasi di ANSYS serta Datcom untuk mengetahui kinerja pesawat. Dengan proses demikian, didapatkan output berupa bentuk pesawat yang baru. Ia berujar bahwa nantinya ketika pesawat ini sudah dapat terbang dengan stabil, ia akan melebarkan penelitiannya ke perancangan robot terbang atau autonomus untuk kebutuhan militer dalam menjaga daerah perbatasan.
Ia mengatakan bahwa projek ini adalah bentuk nyata dari pengimplementasian imajinasi dirinya. Menurutnya, jarang sekali perusahaan atau perorangan di Indonesia yang tertarik terhadap sebuah riset baru. Masyarakat cenderung ingin melihat produk langsung tanpa inovasi baru, sehingga awalnya cukup sulit bagi Matsani untuk mendapatkan dana guna mewujudkan produknya. Namun karena jerih payahnya, ia berhasil masuk kedalam 5 besar finalis terbaik ajang tersebut.

Gambar 2. Penyerahan Hadiah

Gambar 2. Penyerahan Hadiah

Dengan pencapaiannya tersebut, Matsani berkesempatan untuk mendemokan karyanya di depan Kemenpora dan BPPT di waduk cirata nanti. Setelah itu, karyanya akan diteruskan ke Dikti untuk ditindaklanjuti seperti masalah hak paten jika karya tersebut memang layak untuk dikomersialisasikan. Terlebih lagi, Matsani juga mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar 20 juta rupiah serta liburan gratis.
Matsani mengemukakan bahwa untuk dapat sukses, kita harus mau mengenal dunia luar serta memperbanyak sharing dengan dunia luar kampus. Hal tersebut menurutnya merupakan cara yang efektif untuk dapat mengukur dan memahami sejauh mana karya kita berguna untuk sekitar dan belajar dari karya orang lain. Dengan banyaknya ilmu dari sekitar, tentu wawasan kita akan semakin luas dan berkembang. Ia berharap semoga kedepannya teknik fisika semakin mampu membuat karya nyata kolaborasi antar laboratorium maupun jurusan agar terintegrasi dan sinergis sehingga hasil karya tersebut lebih optimal dan tepat sasaran.