Studi Pengontrol pada Proses Pasteurisasi dengan Metode Cascade Menggunakan PLC

Riset oleh: Ratih Rizki Dahlia (13311006) dan Nur Afifah (13311024)

Dalam dunia industri makanan dan minuman, keamanan produk merupakan hal yang paling penting. Keamanan dari produk makanan dan minuman ini telah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah maupun pebisnis yang bergerak dalam industri makanan. Perhatian khusus ini dibuktikan dengan diberlakukannya Undang-Undang No.7 tahun 1996 yang mengatur mengenai gizi, mutu, dan keamanan suatu produk makanan. Menjaga keamanan dari suatu produk turut memberi andil dalam menjaga kesejahteraan manusia agar terbebas dari penyakit.

Keamanan makanan dinilai dari 4 aspek yaitu komposisi bahan, proses pembuatan, pendistribusian, pengemasan. Pada riset ini dibahas mengenai keamanan proses pembuatan makanan dengan system pengontrolan metode cascade menggunakan PLC.

Pada proses pembuatan makanan, saat bahan baku mentah produk akan dikemas, dilakukan suatu proses penghilangan mikroba patogen, salah satunya adalah proses pasteurisasi. Proses Pasteurisasi ini sangat penting dan banyak digunakan pada industri susu, yogurt dan keju. Proses pasteurisasi menghilangkan mikroba patogen dengan memanaskan produk dengan temperatur yang tinggi dalam waktu yang singkat (High Temperature Short Time). Untuk mencapai temperatur yang tinggi dalam waktu singkat diperlukan sistem kontrol agar produk yang dihasilkan semakin terjamin keamanannya. Dengan sistem kontrol, dapat dipastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar pemanasan untuk menghilangkan mikroba patogen yang sesuai dengan yang ditentukan oleh WHO yaitu sebesar 70-75°C untuk susu. Dalam proses HTST digunakan heat exchanger jenis plate agar efisiensi panas yang ditukar lebih besar.

pasteurisasi

Proses yang dipelajari saat tugas akhir ini menggunakan mini plant yang identik dengan proses sebenarnya. Unit proses yang digunakan adalah PCT23-MkII yang merupakan model dari sebuah proses pada industri dengan high temperature short time (HTST) proses pasteurisasi.

System ini menggunakan Heat Exchanger jenis plate yang terdiri dari 3 PHE untuk 3 tahap, yaitu:

  • Recycle
  • Pemanasan (heating)
  • Pendinginan (Cooling)

Dengan metode cascade diharapkan banyak disturbance yang berkurang. Dari penelitian ini akan dibandingkan penggunaan system pengontrol single feedback loop dengan system cascade.